Kata Siapa Perempuan Menikah Tidak Bisa Jadi Penyair? Simak Tips Berikut Ini!

4 min


(Penyair perempuan via: pexels.com)

Written by Muhlifa Sulihati

Editor : Rifqi Rahman

 

“Apa yang diinginkan perempuan?”

“Tidak ada!” Perempuan adalah “keinginan itu sendiri”.

-Sigmun Freud

Berbicara perihal perempuan, tentu akan menjadi luas dan panjang pembahasannya, dan jika ada ungkapan seperti, “Ia adalah apa yang lekat dengan perasaan,” sepertinya semua orang akan setuju.

Dikutip dari instagram, dari akun @ala_nu yang menyajikan percakapan menarik antara malaikat dan Tuhan, dimana malaikat pernah bertanya pada Tuhan ketika Tuhan menciptakan makhluk bernama perempuan ini. “Mengapa Engkau begitu lama menciptakan perempuan, wahai Tuhan?” Tanya malaikat.

Tuhan menjawab, “Sudahkah engkau melihat dengan teliti setiap apa yang Aku ciptakan untuk perempuan?”

Namun malaikat kembali bertanya, “Kenapa ia terlihat begitu rapuh dan lelah dengan segala perasaannya?”

“Itu tidak seperti yang kau bayangkan. Itu air mata.” Jawab Tuhan.

“Lalu untuk apa?” Malaikat belum menyerah dengan penasarannya.

Air mata adalah salah satu cara ia menunjukkan kegembiraan, kerisauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan. Lebih dari itu, perempuan dapat mengatasi beban lebih baik daripada laki-laki. Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri. Ketika Aku menciptakannya, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa, Aku membuatnya kuat menopang dunia, namun harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.” Jelas Tuhan.

Dengan demikian, definisi perempuan itu adalah semua tentang air mata, dimana semua topangan kekuatan dan kelemahannya terangkum di situ. Menjadikannya suatu sosok yang makin misterius saja.

Sedang dalam dunia perpuisian yang karakternya juga lekat dengan perasaan, maka sebenarnya perempuan justru memiliki peluang besar untuk menjadi apa yang disebut sebagai ‘penyair’. Berbekal perasaan yang cukup sensitif dalam dirinya, untuk selanjutnya diolah dan dikemas sedemikian rupa hingga menjadi estetika yang memukau berupa kata-kata, maka karya sastra akan segera lahir dengan mudah dari tangan perempuan. Seperti kata Helvy Tiana Rosa, “Untuk menulis puisi, kita hanya perlu jatuh cinta atau patah hati.”

Namun, dewasa ini ternyata masih sedikit sekali nama-nama penyair perempuan yang akrab di telinga kita, utamanya di Indonesia. Selama hampir seabad ini yang setia mendiami etalase-etalase kita dan rajin kita kutip untuk memerindah beranda sosial media adalah nama-nama seperti Sapardi Djoko Damono, Joko Pinurbo, Sujiwo Tedjo, Gus Mus, D. Zawawi Imron, Acep Zamzam Noer, M. Aan Mansyur, sampai pada penyair yang masih belia dan sudah melalang buana seperti Usman Arrumy. Bahkan Simone de Beauvoir dalam “Women and Creativity” menyadari bahwa dalam sejarah kesusastraan dunia, dibanding laki-laki, perempuan lebih sedikit dikenal sebagai penyair dengan karya yang hebat, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Kita sering menjumpai banyak penyair perempuan di Indonesia yang pada awal kemunculannya amat masyhur bagi kita, namun kemudian perlahan mulai lenyap. Alasannya akan sama, ia sudah menikah, sibuk mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anaknya

Ibu adalah milik anaknya via: pixabay.com

Nah barangkali yang perlu dikoreksi saat ini adalah perilah eksistensi perempuan itu sendiri. Menurut Sigmun Freud, keinginan terbesar perempuan adalah menjadi apa yang diinginkan orang lain. Dalam hidup perempuan, ia tak bisa memiliki dirinya sendiri, ia adalah milik bersama, milik anaknya, keluarganya, suaminya.

Melihat kondisi semacam ini, maka bagi perempuan yang sudah berkeluarga, dimana ia tidak lagi mempunyai waktu yang cukup untuk mengasah dirinya dalam dunia kepenyairan, namun dirinya tetap bercita-cita kuat untuk menjadi penyair, berikut adalah beberapa hal yang dapat diperhatikan dan bahkan dilakukan;

 

Me Time untuk menulis via: pixabay.com

Sediakan Ruang dan Waktu Khusus

Perempuan yang sudah married tentu sudah bisa dipastikan dirinya tidak lagi memiliki waktu yang cukup untuk sekadar memanjakan dirinya sendiri, mengurusi segala hal yang hanya berkaitan dengan dirinya secara personal dan pribadi. Istilah kerennya, ia tidak lagi memiliki waktu yang cukup untuk me time.

Karenanya, bagi perempuan married yang bercita-cita kuat menjadi penyair haruslah pintar-pintar meluangkan waktunya sebentar saja dalam sehari untuk sekadar mengasah kemampuan dirinya terkait bakat kepenyairan. Taruhlah dalam sehari seorang perempuan berumah tangga ini meluangkan waktunya hanya lima belas menit untuk menulis sesuatu yang berkenaan dengan idenya, itu tentu akan sangat bagus bagi dirinya, dengan syarat lima belas menit itu ia lakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Sediakanlah ruang dan waktu khusus walau itu hanya secuil demi mengasah kemampuan diri dalam kepenyairan. Lakukanlah itu secara ajeg dan kontinu.

 

Budayakan membaca via: pexels.com

Konsisten Membaca

Sebenarnya konsisten membaca ini adalah hal yang wajib bagi siapa pun demi meningkatkan kualitas dirinya, apalagi untuk perempuan yang bercita-cita menjadi seorang penyair; membaca sudah seharusnya menjadi kebiasaan. Lagi pula seorang penyair memang butuh membaca, segala apa yang ia tulis terbangun dari apa yang biasa dibacanya, yang dengan demikian penulis yang baik adalah pembaca yang baik pula. Itu sudah pasti.

Bagi perempuan yang sudah terbatasi waktunya akibat dirinya yang sudah menikah dan harus mengurusi segala urusan rumah tangga, aktivitas membaca dapat dilakukan dengan cara sekreatif mungkin. Misalnya sambil menggendong sang buah hati, cobalah membaca; menunggu suami pulang kerja, membaca; menemani si kecil belajar? Membaca; atau buatlah kebiasaan-kebiasaan yang biasanya berkaitan dengan sang buah hati atau suami selalu berkaitan dengan membaca, misalnya aktivitas menina-bobokkan sang buah hati maka boleh dilakukan dengan cara mendongeng dimana di situ aktivitas membaca juga inklud di dalamnya.

 

Menulis secara bebas via: pixabay.com

Bebas Saat Menulis

Cobalah untuk menulis tanpa harus ada beban, tulislah sesuatu sebebas-bebasnya. Bebaskan diri kamu sebagai perempuan dengan segala tanggungan dan beban di pundak, dan menulislah dengan bebas. Menulislah sebagai penyair tanpa ada kungkungan bahwa sekarang kamu adalah istri orang, menantu seseorang, atau ibu dari seorang anak lucu menggemaskan.

Salah satu opsi jenis tulisan yang dapat dikerjakan dengan tema menulis bebas adalah puisi. Puisi dapat dijadikan sebagai “suara” untuk mengurangi tangisan dan ratapan. Konon, manusia seringkali merasa lebih mudah mengungkapkan perasaan dan pikirannya melalui puisi atau karya sastra yang lain. Puisi akan dengan mudah membawa kamu bebas, sebebas burung bercicit kemudian bekerja sama dengan reranting untuk menghiasi pagi.

Menularkan budaya literasi via: pexels.com

Tularkan Budaya Literasi

Maksud dari poin ini adalah menularkan budaya literasi di dalam lingkungan keluarga itu sendiri. Hal ini berkaitan dengan poin tentang ‘Konsisten Membaca’ dimana kamu bisa membangun kebiasaan-kebiasaan dengan keluarga dan menyelipkannya di dalamnya kebiasaan membaca secara khusus dan budaya literasi secara umum.

Tularkanlah budaya literasi kepada sang buah hati dan suami. Misalnya, biasakan sediakan bahan bacaan di meja makan, meja keluarga tempat dimana biasa keluarga bersantai, atau bahkan jika kamu memiliki toilet dengan desain yang memungkinkan taruhlah buku bacaan di situ. Hal-hal kecil demikian tentu akan sangat memberikan dampak, termasuk kepada kualitas kamu sendiri yang hendak menjadi penyair.

Nah demikian, meski kamu perempuan dan kamu sudah menikah maka itu bukan berarti kamu sudah kehilangan semuanya, bukan berarti kamu melulu tentang mengurusi rumah tangga. Sebab menjadi perempuan, tak harus membuatmu kehilangan segala hal, termasuk hobi dan cita-citamu.

 

Klik salah satu link grup di bawah ini dan mulai bergabung dengan ribuan teman yang lain untuk berbagi informasi pendidikan dan diskusi:
Klik Gabung Channel Info Pendidikan dan Karir
Like Facebook Starla
Follow Instagram Starla
Follow Twitter Starla
GRUP TELEGRAM
Info Pendidikan Nasional, Info Karir dan Kerja, Info Beasiswa, Info CPNS & PPPK.
GRUP FACEBOOK
Info Pendidikan, Info Karir dan Kerja, Info Beasiswa, Info CPNS & PPPK.

BAGIKAN SEKARANG !
5

Share to Care

Ada banyak temanmu yang harus tahu tentang ini 😊

Pilih Format Postingan
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Artikel
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format